Khasiat Jamu & Tips Pengembangan Pasar Jamu di Indonesia

Dies Natalis PSB 2014

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatu buat yang baca, saya Bagus baru 20 tahun, saya ingin menceritakan pengalaman saya soal khasiat jamu jahe merah ini dan ingin memberika sedikit tips agar jamu terkhususnya jahe merah ini tidak hilang peminatnya dari peredaran.

Sebenarnya saya itu suka dengan segala jenis pengobatan alami (herbal), secara karena saya takut akan pengobatan medis. kalau masih bisa diobati dengan cara yang alami, mengapa harus diobati dengan cara yang kimiawi? Itulah salah satu sikap saya mengenai kesehatan.

 Kejadian yang paling membuat saya yakin akan khasiat dari jamu itu ialah saat saya mengalami sesak nafas sekitar 2 minggu. Saat itu bernafas rasanya ada yang menghambat dan tidak nyaman saja, saya pun melakukan googling dan hasilnya beraneka ragam, ada yang menuliskan bahwa itu salah satu gejala penyakit paru – paru, ada juga yang menulis penyakit di kerongkongan. Saya pun akhirnya berobat ke dokter untuk memastikannya, kata dokter itu saya sesak nafas karena asam lambung saya naik dan sering telat makan. Saya cukup kaget karena saya itu orangnya sangat nafsu kalau liat makanan di meja. Singkat cerita saya ikuti anjuran dokter tersebut dan meminum obatnya sampai tuntas.

Saat obatnya habis, saya masih saja merasakan sesak nafas itu, akhirnya saya pergi ke tukang urut khusus pengobatan langganan keluarga saya. Singkat cerita setelah diurut itu, Pakde (panggilan tukang urut itu) bilang kalau kolestrol saya tinggi dan mengakibatkan jantung saya sedikit tertekan karena itu, itulah yang menyebabkan sesak nafas itu. Saya pun kaget bukan main, masalahnya saya tidak pernah terkena kolestrol sebelumnya, namun saya baru sadar 4 bulan terakhir (sebelum diurut) saya selalu makan makanan yang kadar minyaknya tinggi.

Singkat cerita saya googling lagi mengenai cara menurunkan kolestrol yang efektif, dan saya menemukan khasiat dari jahe, terkhususnya jahe merah. Tanpa pikir panjang, saya langsung membeli jahe merah dalm bentuk jamu di plastik. Alhamdulillah setelah sebulan rutin minum saya akhirnya terbebas dari kolestrol dan sesak nafas itu pun hilang.

Kejadian ini membuat saya berpikir, bahwa jamu itu merupakan barang yang murah dan berkhasiat tinggi terhadap tubuh manusia, dan jarang bahkan tidak ada di negara lain yang memproduksi jamu sebanyak di Indonesia. Sayangnya produsen jamu kurang di fasilitasi oleh negara, mungkin karena tidak teruji secara medis khasiatnya jadi tidak diprioritaskan.

Menurut saya, kalau jamu ingin terus ada dan berkembang di negara ini, Kementrian Kesehatan harus berani membuat kebijakan yang dimana peran jamu dalam bidang kesehatan tidak kalah pentingnya dengan obat – obatan yang teruji di lab. Caranya bisa dengan mengharuskan setiap rumah sakit / klinik / apotik / dan sejenisnya membuat dua macam obat. Ada yang obat – obatan tradisional (jamu, the daun jati, dsb) & obat – obatan medis. Dengan cara ini, pasien bisa diberi pilihan resep obat, dia lebih nyaman ke obat medis atau tradisional. Dengan cara ini menurut saya bisa membuat peran jamu khususnya untuk kesehatan tetap ada dan abadi di negeri ini, dan bisa membuat para pekerja di bidang kesehatan menambah lagi wawasan mengenai dunia pengobatan tradisional. #BiofarmakaIPB 

Daftar Pustaka :

1. http://biofarmaka.ipb.ac.id/publication/journal/632-data-mining-methods-for-omics-and-knowledge-of-crude-medicinal-plants-toward-big-data-biology

2. http://caramanfaat.com/detail/khasiat-jamu-jahe/

3. Pengalaman pribadi

Advertisements
1 comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: